Peringatan PHBI SMPN 1 Srono Adakan Maulid Nabi Muhammad

Pendidikan Religius Utama

Banyuwangi, radarpublik.com – Dalam menyambut hari besar keagamaan atau peringatan hari besar Islam (PHBI) SMP Negeri 1 Srono mengadakan kegiatan tahunan berupa acara maulid Nabi Muhammad Saw. Dimana dalam umat Islam nabi Muhammad adalah nabi dan rasul Terakhir atau Ahir zaman, dimana yang kita ketahui umat muslim seluruh Dunia selalu merayakan hari kelahiran nya dengan berbagai macam-macam kegiatan. Kamis (14/11/2019)

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Srono. H .Sahroni mengatakan “Beliau (Muhammad Saw) diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia dan beliau tidak diutus Allah SWT kecuali untuk menjadi rahmat bagi alam semesta. Atas kemulian-kemuliaan inilah, tepat kiranya jika kita memeringati hari kelahiran Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam setiap bulan Rabi’ul awwal tepatnya pada tanggal 12 rabi’ul Awwal 1441 Hijriah”. Jelasnya

H. Saroni Juga menambahkan, ” Dari panitia penyelenggara Maulid Nabi Muhammad SAW mengundang Ustadz Jaenal Mustofa dari Desa Rejoagung Kecamatan Srono – Banyuwangi, Serta Kami bersama Guru-guru lainnya juga melakukan acara santunan kepada 10 duafa berupa bahan Sembako”. Imbuhnya

H.Sahroni mengungkapkan “Kami Bersama-sama keluarga besar SMPN 1 Srono memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW dengan perayaan yang meriah luar biasa. Semua hadir kompak dengan maksud Satu tujuan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan ikhlas untuk bersedekah”. Ungkapnya

Intinya menghimpun semangat juang dengan membacakan syi’ir dan karya sastra yang menceritakan kisah kelahiran Rasulullah SAW. Di antaranya yang paling terkenal adalah karya Syeikh Al-Barzanji yang menampilkan riwayat kelahiran Nabi SAW dalam bentuk natsar (prosa) dan nazham (puisi). Saking populernya, karya seni Barzanji ini hingga hari ini masih sering kita dengar dibacakan dalam seremoni peringatan Maulid Nabi ataupun kegiatan keagamaan lainnya”. Ungkapnya

Zainal Mustafa menyampaikan dalam mauidhoh hasanahnya ” Tradisi memperingati hari kelahiran Nabi SAW  banyak di penjuru negeri dengan membaca sholawat dan syiir albarzanji karena Didalam tertuang peristiwa kelahiran Rasulullah SAW. Namun untuk menghidupkan semangat juang dan persatuan umat Islam”. ungkapnya

Zainal meneruskan dalam ceramahnya. ” Di Indonesia, terutama di pesantren, momentum tradisi Maulid Nabi SAW yang sudah melekat di masyarakat ini sebagai media dakwah dan pengajaran Islam. Sebagian organisasi Islam telah mencoba memanfaatkan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW ini tidak sebatas seremoni dan haflah belaka, tetapi juga untuk melakukan amal-amal kebajikan seperti bakti sosial, santunan kepada fakir miskin, pameran produk Islam, pentas seni dan kegiatan lain yang lebih menyentuh persoalan masyarakat”.Tambanya .

Beberapa hikmah dari Maulid Nabi Muhammad SAW yang bisa kita teladani.”Kita harus meneladani akhlak dan sifat Rasulullah SAW. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 21, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. Pungkasnya dalam Mauidhoh

(Jo2)

0Shares